• Beranda
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
Suara Ra’jat
No Result
View All Result
  • Berita
    • All
    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional

    HARLA KEJAKSAAN KE-81: KAJATI JAMBI SERUKAN INTEGRITAS, DERMAGA MAUT SUNGAI LANDAK MASIH MENUNGGU JAWABAN

    MENELISIK TENDER Rp144,5 MILIAR DI PJN WILAYAH II JAMBI: SIAPA SAJA PERSONEL TEKNIS YANG DIAJUKAN PT SUMBER SWARNANUSA?

    POKIR DPRD KOTA JAMBI DI BAWAH MIKROSKOP: Rp17,45 MILIAR TERKONSENTRASI, SIAPA MENENTUKAN, SIAPA MENDAPAT MANFAAT?

    RP12 MILIAR SUDAH TEREALISASI, NAMUN JEJAKNYA MASIH MENYISAKAN PERTANYAAN: TANAH SIAPA, DIBAYAR KEPADA SIAPA?

    Ketimpangan Pokir DPRD Kota Jambi Jadi Sorotan Ketua DPD PPWI Provinsi Jambi

    AMJB Geruduk Polda Jambi, Subdit Tipidter Nyatakan Akan Tindaklanjuti Dugaan Aktivitas Pertambangan di Koto Boyo

    JEJAK UANG PT PAL: DARI ASET SITAAN, PABRIK BEROPERASI, HINGGA PERTANYAAN KE MANA HASIL PRODUKSINYA MENGALIR?

    JEJAK RP12 MILIAR DI INAPROC: KAMARIYANI POWA TERCATAT SEBAGAI PENYEDIA PENGADAAN TANAH PUPR JAMBI, MENGAPA METODENYA “DIKECUALIKAN”?

    PONDOK DIBONGKAR, LAHAN BERALIH? MISTERI PENGUASAAN KTH JAYA BERSAMA DAN JEJAK PERKARA YANG MENUNGGU JAWABAN

    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sejarah
  • Berita
    • All
    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional

    HARLA KEJAKSAAN KE-81: KAJATI JAMBI SERUKAN INTEGRITAS, DERMAGA MAUT SUNGAI LANDAK MASIH MENUNGGU JAWABAN

    MENELISIK TENDER Rp144,5 MILIAR DI PJN WILAYAH II JAMBI: SIAPA SAJA PERSONEL TEKNIS YANG DIAJUKAN PT SUMBER SWARNANUSA?

    POKIR DPRD KOTA JAMBI DI BAWAH MIKROSKOP: Rp17,45 MILIAR TERKONSENTRASI, SIAPA MENENTUKAN, SIAPA MENDAPAT MANFAAT?

    RP12 MILIAR SUDAH TEREALISASI, NAMUN JEJAKNYA MASIH MENYISAKAN PERTANYAAN: TANAH SIAPA, DIBAYAR KEPADA SIAPA?

    Ketimpangan Pokir DPRD Kota Jambi Jadi Sorotan Ketua DPD PPWI Provinsi Jambi

    AMJB Geruduk Polda Jambi, Subdit Tipidter Nyatakan Akan Tindaklanjuti Dugaan Aktivitas Pertambangan di Koto Boyo

    JEJAK UANG PT PAL: DARI ASET SITAAN, PABRIK BEROPERASI, HINGGA PERTANYAAN KE MANA HASIL PRODUKSINYA MENGALIR?

    JEJAK RP12 MILIAR DI INAPROC: KAMARIYANI POWA TERCATAT SEBAGAI PENYEDIA PENGADAAN TANAH PUPR JAMBI, MENGAPA METODENYA “DIKECUALIKAN”?

    PONDOK DIBONGKAR, LAHAN BERALIH? MISTERI PENGUASAAN KTH JAYA BERSAMA DAN JEJAK PERKARA YANG MENUNGGU JAWABAN

    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sejarah
Suara Ra’jat
No Result
View All Result
  • Berita
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sejarah

Home » Menyambut Hari HAM, Bona Tua Sinaga : Mendesak Pemerintah Memberikan Penghargaan Bagi Pelanggar HAM!!!.

Menyambut Hari HAM, Bona Tua Sinaga : Mendesak Pemerintah Memberikan Penghargaan Bagi Pelanggar HAM!!!.

by Admin
05.12.2025
in Hukrim, Nasional, Opini, Pendidikan, Politik
0

Setiap 10 Desember, Dunia memperingati Hari Hak Asasi Manusia. Negara kembali menegaskan komitmennya pada nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan martabat manusia. Namun disaat yang sama kita justru menyaksikan ironi yang sulit dinalar akal sehat dimana pelanggar HAM dimuliakan, bahkan diusulkan sebagai pahlawan.

Ditengah sejarah panjang pelanggaran HAM berat yang belum tuntas-dari pembantaian massal 1965, penghilangan paksa aktivis, penembakan misterius, hingga kekerasan diberbagai daerah akan tetapi nama Soeharto kembali diangkat sebagai pahlawan nasional. seolah-olah sejarah cukup dibersihkan dengan satu sapuan seremonial,seolah luka para korban bisah disembuhkan hanya dengan gelar  kehormatan.

Baca juga

Blusukan Tengah Malam di Senen, Presiden Perintahkan Hunian Layak untuk Warga Pinggir Rel

Indonesia di Titik Balik Sejarah

Jika Satu Prajurit Gugur, Siapa Bertanggung Jawab?

🇮🇩 Indonesia Tak Tinggal Diam! Siap Turunkan 8.000 Pasukan Demi Palestina

Maka, Izinkan saya menyambut Hari Ham Sedunia ini dengan sebuah usulan yang jujur sekaligus menyakitkan: sudah  saatnya pemerintah memberikan penghargaan resmi bagi  para pelangggar HAM.

Bukankah logika itu kini  yang sedang di praktikkan pemerintah kita?

Jika seseorang  dengan rekam jejak dugaan pelanggar HAM berat saja dapat diusulkan sebagai pahlawan, maka sesungguhnya negara sedang mengirim pesan terbuka kepada publik bahwa pelanggaran HAM bukan aib, melainkan prestasi yang bisa diputihkan oleh waktu dan kekuasaan.

Penghargaan itu bahkan bisa kita buat lebih sistematis, Misalnya ;

  • Anugerah Impunitas Seumur Hidup, bagi mereka yang selamat dari pengadilan karena dilindungi kekuasaan.
  • Satyalancana Pembungkaman Demokrasi, bagi yang sukses membungkam kritik atas nama stabilitas.
  • Bintang Jasa Penghilangan Paksa, bagi arsitek teror terhadap aktivis dan rakyat sipil.

Dengan begitu, Negara tidak perlu lagi berpura-pura netral dihadapan pelanggaran HAM. Semuanya menjadi terang tentang siapa yang dipelihara dan siapa yang dikorbankan.

Soeharto bukan sekedar figur sejarah ia adalah simbol dari sebuah rezim yang dibangun diatas ketakutan, pembungkaman, dan kekerasan struktural. Menjadikannya pahlawan tanpa terlebih dahulu menuntaskan keadilan bagi para korban sana saja dengan mengubur kebenaran untuk kedua kalinya. Yang pertama dibungkam dengan senjata dan kedua dimatikan dengan  gelar kehormatan.

Hari HAM akhirnya berubah menjadi panggung sandiwara, Negara berbicara  tentang kemanusiaan di mimbar, tetapi memuliakan pelanggarnya di panggung kehormatan. Negara menabur  bunga di monumen peringatan, tetapi menutup mata terhadap air mata keluarga korban yang tak pernah kering.

Ironisnya para korban terus dipaksa untuk “Memaafkan”, sementara pelaku tak pernah dipaksa untuk “Mengaku”  apalagi BERTANGGUNG JAWAB.

Dititik inilah usulan penghargaan bagi pelanggar HAM menjadi masuk akal secara satir, sebab jika pelanggar bisa menjadi pahlawan sesungguhnya kita telah membalik kompas moral Bangsa karena yang menyiksa disebut berjasa,  yang  dibungkam  disuruh melupakan, dan yangg menuntut keadilan dianggap pengganggu stabilitas.

Hari HAM Sedunia seharusnya menjadi hari keberanian Negara untuk jujur pada  masa lalunya, bukan hari untuk memoles sejarah demi kenyamanan politik masa kini. ia seharusnya menjadi hari pengakuan dosa negara terhadap rakyatnya, bukan hari penutupan luka dengan kata “rekonsiliasi” tanpa keadilan.

Jika logika pemuliaan pelanggar terus dilanggengkan, maka benar adanya yang sedang kita  bangun bukan negar hukum  melainkan negara pelupa.

Dan bila negara tetap bersikeras memuliakan pelanggar, maka Rakyat berhak curiga bahwa yang disebut pahlawan hari ini adalah cerminan dari wajah asli kekuasaan itu sendiri.

Penulis: Bona Tua  Sinaga

Tags: #Hari HAM SeduniaArtikel OpiniBapak Presiden Republik IndonesiaPenghargaan
ShareTweetSendScan

Artikel lainnya

Berita

HARLA KEJAKSAAN KE-81: KAJATI JAMBI SERUKAN INTEGRITAS, DERMAGA MAUT SUNGAI LANDAK MASIH MENUNGGU JAWABAN

02.09.2026
Berita

MENELISIK TENDER Rp144,5 MILIAR DI PJN WILAYAH II JAMBI: SIAPA SAJA PERSONEL TEKNIS YANG DIAJUKAN PT SUMBER SWARNANUSA?

28.08.2026
Berita

POKIR DPRD KOTA JAMBI DI BAWAH MIKROSKOP: Rp17,45 MILIAR TERKONSENTRASI, SIAPA MENENTUKAN, SIAPA MENDAPAT MANFAAT?

28.08.2026
Berita

RP12 MILIAR SUDAH TEREALISASI, NAMUN JEJAKNYA MASIH MENYISAKAN PERTANYAAN: TANAH SIAPA, DIBAYAR KEPADA SIAPA?

28.08.2026
Berita

Ketimpangan Pokir DPRD Kota Jambi Jadi Sorotan Ketua DPD PPWI Provinsi Jambi

26.08.2026
Berita

AMJB Geruduk Polda Jambi, Subdit Tipidter Nyatakan Akan Tindaklanjuti Dugaan Aktivitas Pertambangan di Koto Boyo

24.08.2026
Next Post

Soroti Dugaan Korupsi Mega Proyek Museum Candi Muaro Jambi: Desak KPK Turun Tangan, Soroti Peran Kepala Balai.

Ketika Pengayom Menjadi Pengancam: Kisah Kelam Saya Bersama Polisi Arogan

LPKNI Laporkan Dugaan Pelanggaran Berat di Kawasan Cagar Budaya Muarajambi

Mangkir terhadap Panggilan Pengadilan, Paspampres Harus Ditarik dari Kesatuan Pengawal Jokowi

Wiranto B Manalu Dari GMNI Ke PPWI : Merawat Asa Dipilar Keempat Demokrasi.

Discussion about this post

Desember 2025
SSRKJSM
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031 
« Nov   Jan »
  • Bang Cobra: Oknum ASN Pendukung Romantis Jangan Balas Dendam atas Kekalahan di PSU Gorontalo Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hamzah Sidik Soroti Aleg BK DPRD Gorontalo Utara yang Sebar Isu Mangkir 6 Bulan: “Kalau Tak Bisa Dibuktikan, Itu Hoaks”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Premanisme di Balik Meja Kepala Dinas Kesehatan Sarolangun: Jurnalis Metro7 Dianiaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korupsi Menggila di Disnakertrans Sarolangun: Ratusan Juta Raib, Bendahara Akui untuk “Kepentingan Pribadi”!  

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Guncang Sarolangun “Plt Kasubbag Umum” Gasak Gaji Sejumlah PNS dengan Dalih “Jasa Pengurusan'”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

SuaraRajat

  • Beranda
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan

No Result
View All Result
  • Berita
    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sejarah